Indomie telah tersedia di 100 negara.

Produk mie instan asal Indonesia, Indomie, merambah Italia. Indomie masuk ke Negeri Spageti lewat restoran cepat saji lokal CKN&CKN yang memiliki tujuh cabang di Milan.

Bukan hanya Italia, pasar Indomie tersebar di 100 negara. Produk andalan PT Indofood Sukses Makmur Tbk yang mulai dipasarkan pada 1972 ini telah merambah Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, Amerika, dan Australia.

Perusahaan induk produsen Indomie juga telah membangun pabrik di 11 negara. Di benua Afrika pabrik Indomie terdapat di Kenya, Maroko, Nigeria, Ethiopia, dan Mesir. Di Kenya misalnya, kapasitas produksi mencapai 115 juta bungkus per tahun. Sementara di Nigeria akumulasi produksi sejak 1996 sampai 2010 mencapai 1 miliar bungkus.

Selain itu, Indofood yang bekerja sama dengan investor lokal membangun pabrik di Timur Tengah yakni di Suriah, Yaman, dan Arab Saudi. Sementara di Eropa ada di Serbia dan Turki. Adapun di kawasan Asia Tenggara, Indofood telah mendirikan pabrik di negara tetangga Malaysia.

Popularitas Indomie menuai pengakuan dari perusahaan riset Kantar Worldpanel. Dalam studi bertajuk Brand Footprint 2016, Indomie masuk 10 besar daftar merek terlaris di dunia. Indomie disejajarkan dengan merek fast-moving consumer goods (FMCG) dunia seperti Coca-Cola, Nescafe, Pepsi, hingga Dove. 

Artikel Terkait
Menurut Darmin, stok beras aman hingga tahun depan. Kenaikan harga beras disinyalir karena ada peran pedagang.