Produk fesyen dan kecantikan menyumbang setidaknya Rp 33,04 triliun, disusul perjalanan wisata sebesar Rp 32,39 triliun.

Pertumbuhan pasar digital Indonesia merupakan salah satu yang terpesat di Asia. Seperti dikutip dari Statista, nilai transaksi e-commerce Indonesia pada 2017 tumbuh 22 persen menjadi US$ 7,06 miliar dari US$ 5,78 miliar pada 2016.

Tingginya transaksi daring didukung oleh jumlah pengguna internet Indonesia yang terus meningkat. Selain itu, masyarakat Indonesia juga gemar berselancar di dunia digital. Dalam laporan We Are Social yang dirilis Januari 2018, rata-rata warganet Indonesia mengakses internet selama 8 jam 51 menit setiap harinya.

Kegemaran tersebut berimbas pada tingginya rata-rata kunjungan laman e-commerce. Lazada Indonesia, Tokopedia, dan Bukalapak merupakan tiga laman belanja daring yang paling sering dikunjungi. Rata-rata ketiganya memperoleh antara 66 juta hingga 116 juta kunjungan setiap bulannya.

Selain itu, karena populasi Indonesia yang cukup didominasi generasi milenial, tak heran jika belanja fesyen dan wisata menjadi yang paling sering dibeli secara online. Produk fesyen dan kecantikan menyumbang setidaknya Rp 33,04 triliun, disusul perjalanan wisata sebesar Rp 32,39 triliun. Transaksi e-commerce di kedua kategori tersebut yang terbesar pada 2017.

Pepri Saputra
Artikel Terkait
Telkom juga akan menyediakan hampir 1.000 titik dengan jaringan WiFi di Jakarta dan Palembang.