BMKG mengingatkan potensi genangan, banjir, dan longsor akibat pergerakan cuaca ekstrem.
14
Cuaca Ekstrem Indonesia
Foto ke 1 dari 14
Sejumlah petugas gabungan dari badan SAR dan Pemadam Kebakaran Bandara Soetta mengevakuasi korban longsor tembok under pass perlintasan Kereta Bandara Soetta di kawasan Parimeter Selatan, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (5/2) malam. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menganalisis potensi hujan pada akhir bulan lalu hingga awal Februari ini memiliki intensitas sedang-lebat di beberapa wilayah. Posisi matahari di belahan bumi selatan membuat suhu udara di sana makin tinggi. Udara dingin dari belahan bumi utara pun bergerak menuju Australia. Beberapa wilayah Indonesia bagian barat dan selatan terlewati aliran udara tersebut.

Menurut Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, kondisi ini membawa uap air baik dari Samudera Pasifik maupun Hindia dari arah barat sehingga mengakibatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang dengan kecepatan 25 - 35 knot, setara 36 - 70 kilometer per jam di daerah tersebut. Efek lainnya, terjadi gelombang tinggi Laut Jawa, Samudera Hindia selatan Pulau Jawa, Selat Sunda, Perairan Utara Jawa Tengah, Perairan Utara NTB hingga NTT, serta Pesisir Utara Pulau Jawa.

Lembaga itu mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi genangan, banjir, maupun longsor. Beberapa wilayah telah tertimpa musibah dari pergerakan alam tersebut. Senin ini, misalnya, longsor menutupi jalur utama Puncak Bogor, Jawa Barat setelah hujan berkepanjangan. Sehari kemudian, longsor juga menimpa Kampung Maseng, Desa Warung Menteng, Cijeruk, Bogor.

Derasnya air di kawasan itu membuat situasi Bendungan Katulampa sempat naik ke posisi siaga satu. Aliran sejumlah sungai ke Jakarta pun meluap, membanjiri beberapa wilayah Ibu Kota. Misalnya, air setinggi 1,5 meter menenggelamkan beberapa tempat di Kelurahan Pajetan Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan dari luapan Sungai Ciliwung.

Musibah juga terjadi dengan longsornya terowongan Kereta Api Bandara dikawasan Parimeter Selatan Kawasan Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. Satu mobil tertimbun dan menyebabkan seorang meninggal serta satu orang dalam perawatan setelah terjebak selama 15 jam dalam timbunan tanah.

Artikel Terkait
"Mitigasi dalam arti mengurangi dampak risiko kerugian yang timbul dari bencana," ujar Adang