Kesepakatan Demokrat dan Gerindra akan disepakati terlebih dahulu sebelum pengajuan AHY sebagai cawapres.
AHY
Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Pemenangan Pilkada dan Pilpres Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di DPP Partai Demokrat, (17/2/2018). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Partai Demokrat bakal mengajukan Ketua Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai calon wakil presiden (cawapres) pendamping Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019. Pengajuan AHY bila kerangka kerja koalisi dengan Gerindra disepakati kedua belah pihak.

"Kalau ditanya Demokrat akan menyodorkan siapa (cawapres bagi Prabowo), tentu yang namanya sedang naik daun yakni AHY," kata Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinan Hutahaean ketika dihubungi Katadata.co.id, Kamis (24/5).

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Ferdinan mengatakan, kerangka kerja antara Demokrat dan Gerindra akan disepakati  terlebih dahulu sebelum pengajuan AHY sebagai cawapres. Alasannya, kerangka kerja ini penting untuk mengetahui bentuk kerja sama dan arah koalisi dua partai tersebut. 

(Baca juga: Survei Cawapres, AHY, Bersaing dengan Gatot Nurmantyo dan Cak Imin)

Ferdinan menilai pemasangan Prabowo dan AHY akan sulit tercipta jika kerangka kerja tak disepakati. Sebab nantinya akan sulit ada kesepahaman ketika keduanya berpasangan dalam Pilpres 2019.

"Kami juga tidak mau kerangka itu tidak sepaham antara kita dengan Gerindra," kata dia.

Saat ini, Demokrat masih terus berkomunikasi dengan Gerindra terkait penjajakan ini. Menurut Ferdinan, komunikasi yang dilakukan masih dalam tahap awal di mana pembicaraan masih antara sekretaris jenderal partai.

Jika nantinya kerangka kerja telah disepakati, baru pembicaraan dilakukan antar Ketua Umum. "Ini masih jauh, masih ada beberapa tahapan yang akan kami lalui," kata dia.

Senada, anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade menyebut jika saat ini pihaknya terus berkomunikasi dengan Demokrat untuk menindaklanjuti penjajakan. Andre mengatakan, Gerindra tengah membangun persamaan persepsi dengan Demokrat saat ini.

(Baca juga: Cemooh Drama Jokowi-SBY, Gerindra Upaya Dekati AHY)

Menurut Andre, penjajakan ini juga diinformasikan kepada PKS yang telah lebih dulu berkoalisi dengan Gerindra. Alhasil, dia yakin PKS tak akan berpaling dan dapat serta berkoalisi bersama Demokrat.

"Jadi kalau kami buka komunikasi dengan Demokrat, PKS kami informasikan. PKS tahu soal itu," kata Andre.

Terkait dengan permintaan PKS yang meminta cawapres Prabowo berasal dari sembilan nama kader internal PKS, Andre menilai hal itu belum disepakati. Menurut Andre, sosok cawapres nantinya akan dibicarakan Prabowo bersama Ketua Umum partai koalisi.

"Itu cara kami menentukan cawapres," kata Andre.

Artikel Terkait
Syarat pengusulan capres oleh partai politik dinilai tak perlu diatur lebih lanjut oleh pemerintah dan DPR.
Terdapat pergeseran signifikan di Jawa Barat terkait pilihan presiden. Jika pada 2014, Prabowo yang lebih unggul, kini kondisinya berbalik.
Selain ACTA, sebelumnya 12 tokoh telah mengajukan uji materi syarat ambang batas pencalonan presiden.