Elektabilitas Prabowo mengalami kenaikan dari survei setelah sepekan dirinya menyatakan maju dalam Pilpres 2019.
Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto usai menghadiri acara Rapat Kerja Nasional Bidang Advokasi dan Hukum DPP Gerindra di Jakarta, Kamis (5/4/2018). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Hasil survei Charta Politika menunjukkan elektabilitas Prabowo Subianto meningkat setelah menerima mandat Gerindra pada 11 April lalu untuk maju sebagai calon presiden di Pilpres 2019. Namun, elektabilitas Ketua Umum Gerindra ini masih terpaut sekitar 27,9% di bawah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang masih berada di peringkat teratas.

Charta Politika mengadakan survei pada periode 13-19 April 2018 melalui wawancara tatap muka secara langsung dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Jumlah sampel sebanyak 2000 responden, yang tersebar di 34 Provinsi. Survei ini menggunakan metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan marginof error ± (2,19%) pada tingkat kepercayaan 95%.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Survei Charta Politika menyebutkan elektabilitas Prabowo sebesar 23,3% dan elektabilitas Jokowi sebesar 51,2%. Survei ini menggambarkan kenaikan elektabilitas Prabowo dan penurunan Jokowi bila dibandingkan dengan survei Litbang Kompas pada 21 Maret-1 April 2018.

(Baca juga: Survei Kompas: Elektabilitas Jokowi Menanjak, Prabowo Makin Merosot)

Berdasarkan survei Litbang Kompas, elektabilitas Prabowo pada April 2018 sebesar 14,1%, atau mengalami penurunan dari survei pada Oktober 2017 (18.2%) dan April 2017 (22,1%). 

"Ada pengaruh dari deklarasi Prabowo di internal yang membuat elektabilitasnya naik," kata Direktur Eksekutif Charta Politica Yunarto Wijaya di kawasan Melawai, Jakarta, Senin (21/5).

 

Yunarto menilai, kenaikan pertumbuhan elektabilitas Prabowo cukup signifikan. Tapi, ia melihat tingkat keterpilihan Prabowo masih cukup jauh untuk dapat menyaingi Jokowi.

Jokowi masih mendominasi dibandingkan enam pesaing lainnya yang disurvei oleh mereka. "Dari tujuh nama yang diuji, Jokosi menempati urutan teratas," ujar Yunarto.

(Baca juga: Survei Elektabilitas Jokowi Terus Naik, Namun Perlu Waspadai Prabowo)

Setelah Prabowo, pesaing Jokowi yakni Gatot Nurmantyo yang mendapat dukungan 5,5%, Anies Baswedan (3,4%), Agus Yudhoyono (2,7%), Jusuf Kalla (2), dan Muhaimin Iskandar (0,6%).

Sementara, pada uji secara head to head, elektabilitas Jokowi masih berada di atas pesaingnya. Dibandingkan dengan Prabowo, Jokowi mendulang 58,8% sedangkan Prabowo hanya 30%.

Bahkan, jika Jokowi disandingkan dengan Agus Yudhoyono, Anies Baswedan, dan Gatot Nurmantyo, maka elektabilitas Jokowi di atas 60%. "Gap paling dekat adalah pada pengujian antara Jokowi dengan Prabowo," kata Yunarto.

Artikel Terkait
"Temuan paling besar itu ada NIK ganda. Ada beberapa NIK digunakan beberapa orang," kata Munatsir.
Pertemuan Prabowo-SBY menindaklanjuti lobi Sandiaga Uno-AHY.
Kesepakatan Demokrat dan Gerindra akan disepakati terlebih dahulu sebelum pengajuan AHY sebagai cawapres.