Selain operator, Pertamina berpeluang mendapatkan hak kelola mayoritas di lapangan MLN 2 di Aljazair.
Ambil Alih Lapangan Migas Blok Mahakam
ilustrasi. Arief Kamaludin|KATADATA

PT Pertamina (Persero) berpeluang menjadi operator lapangan minyak dan gas bumi/migas MLN 2 di Aljazair. Peluang itu diungkapkan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral/ESDM Arcandra Tahar ketika berkunjung ke Aljazair pekan lalu.

Dalam kunjungan itu, Arcandra sempat bertemu dengan petinggi dari perusahaan minyak dan gas bumi/migas Aljazair, yakni Sonatrach. Di sana, Sonatrach memberi sinyal agar Pertamina mejadi operator lapangan tersebut.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Lapangan ini tidak jauh dari MLN1 yang sudah dioperatori Pertamina. “Di MLN 1 itu sekarang Pertamina operator. Di MLN 2 mungkin juga," kata Arcandra di Jakarta, Selasa (13/3).

Selain operator, Pertamina berpeluang memiliki hak kelola mayoritas di Lapangan MLN 2. Sayang Arcandra belum mau merinci berapa persen nantinya hak kelola yang bisa diperoleh Pertamina. Menurut Arcandra saat ini Sonatrach masih berupaya untuk meninjau skema kontrak yang akan digunakan dalam pengelolaan lapangan MLN 2.

Dengan menjadi operator di MLN 2, Arcandra berharap Pertamina dapat meningkatkan produksi migasnya dari aset luar negeri. Ini penting karena Pertamina memiliki peran menjaga ketahanan energi di Indonesia.

Dalam kunjungan itu, Arcandra juga menjajaki kerja sama impor Elpiji dengan harga murah dari Sonatrach. Permintaan harga murah ini karena Pertamina akan membeli tanpa perantara. Adapun Alasan impor ini karena produksi elpiji di Aljazair besar hingga 10 juta metrik ton per tahun.

(Baca: Pertamina Berpeluang Kembangkan Aset Migas di Aljazair)

Selain itu, pemerintah berencana memanfaatkan produksi gas lapangan yang dikelola Sonatrach untuk diekstrak menjadi Elpiji. Apalagi kandungan prophane dan buthane dari lapangan migas Aljazair berpotensi untuk dikembangkan menjadi elpiji. "Ini lagi dibicarakan," kata Arcandra.

Anggita Rezki Amelia
Artikel Terkait
“Kilang kami yang memproduksi EURO IV dan EURO V masih sedikit. Jadi, itu mungkin yang akan kami tambahkan, karena demand-nya akan tinggi,” kata Nicke
“Ada proposal yang masuk, hari ini baru mau dibahas sama tim, saya ingin lihat progresnya,” kata Nicke
“Premium naik 23%, tahun lalu naiknya cuma 16%. Walaupun secara volume, masih lebih tinggi Pertalite,” kata Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa