Soerjaningsih mengatakan di jalur pembangunan jalur LRT itu sebenarnya sudah terpasang rambu mengenai keberadaan pipa gas PGN.
Proyek pipa distribusi PGN di Dumai
ilustrasi PGN

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral/ESDM menyebutkan penyebab bocornya pipa gas PT Perusahaan Gas Negara/PGN (Persero) Tbk adalah kelalaian dari subkontraktor PT Adhi Karya Tbk. Adhi Karya merupakan kontraktor yang membangun jalur kereta api ringan (Light Rail Transit/LRT).

Direktur Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi/Migas Kementerian ESDM Soerjaningsih mengatakan di jalur pembangunan jalur LRT itu sebenarnya sudah terpasang rambu mengenai keberadaan pipa gas PGN. Survei terhadap jalur sudah dilakukan ketika ingin membangun jalur LRT itu.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Atas dasar itu, terjadinya kebocoran pipa pada Senin (12/3) malam itu memang akibat kelalaian dari subkontraktor Adhi Karya yang sedang memasang tiang pancang untuk proyek LRT. “Ini merupakan kelalaian dari pihak ketiga dari subkontraktor,” kata Soerjaningsih, Selasa (13/3).

Meski begitu, Soerjaningsih mengatakan sudah melakukan aksi cepat tanggap menangani kebocoran itu. Salah satunya adalah dengan mematikan valve pipa dan mendatangkan mobil pemadam kebakaran. Ini mengantisipasi jika terjadi kebakaran.

Hari ini, PGN juga sudah berusaha untuk memulihkan pasokan gas ke pelanggan. Ini karena pasokan ke apartemen Kalibata City dan rumah susun Bidara Cina sempat terkena dampak dari kebocoran pipa tersebut.  

Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama mengatakan untuk penggantian terkendalanya pasokan akibat pipa gas bocor itu, telah dialokasikan gas terkompresi (Compressed Natural Gas/CNG) kepada pelanggan PGN yang terdampak. “Update dari tim pasokan pagi ini, pelanggan di Kalibata City sudah dilayani dengan CNG,” kata dia berdasarkan keterangan resminya, Selasa (13/3).

Menurut Rachmat, penyaluran gas dalam bentuk CNG ke pelanggan yang terdampak ini perlu dilakukan lantaran pipa gas bocor belum bisa diperbaiki. “Hingga saat ini kami di site belum bisa melakukan perbaikan apapun karena di lokasi masih terpasang police line,” ujar dia. 

(Baca: PGN Siapkan Gas Terkompresi ke Pelanggan Terdampak Pipa Bocor)

Rachmat mengatakan perbaikan akan dimulai setelah garis polisi dicabut. Perkiraannya penyaluran gas kembali normal pada Rabu, 14 Maret 2018.

Anggita Rezki Amelia
Artikel Terkait
“Jadi, dalam masa transisi ini semuanya bisa bekerja di posisi yang sama supaya produksi terjaga,” kata Nicke.
Proyek Kedung Keris ditargetkan bisa menambah produksi Blok Cepu sebesar 10 ribu barel per hari.
Tambahan dari Asap, Merah dan Kido ini membuat rasio penggantian cadangan migas nasional Reserve Replacement Ratio/RRR) menjadi 154%.