Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi ANTARA FOTO | Akbar Tado

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menargetkan proses prakualifikasi lelang operator pelabuhan Patimban akan dilakukan pada bulan depan. Saat ini Kementerian Perhubungan tengah melakukan persiapan untuk memulai proses tersebut.

"Maret nanti masuk prakualifikasi," kata Budi usai acara Pembekalan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Kementerian Perhubungan di Jakarta, Selasa (13/2). (Baca: Gubernur Jabar Ingin BUMD Ikut Kelola Pelabuhan Patimban)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Budi menjelaskan saat ini pihaknya sedang akan menyelesaikan Term of Reference (ToR) atau kerangka acuan kerja jelang lelang dimulai. ToR ini ditargetkan rampung bulan ini. Sedangkan proses lelangnya akan dimulai pada bulan Juni atau Juli 2018.

Dia juga beranggapan jangka waktu lelang ini masih cukup untuk mengejar tenggat beroperasi Pelabuhan Patimban tahun depan. Adapun pembangunannya akan dimulai bulan ini. Diharapkan dalam lima bulan ke depan akan ada operator yang siap menjalankan fungsinya di pelabuhan ini.

"Jadi total masih ada tujuh bulan sampai dengan beroperasi," katanya. (Baca: Pinjaman Jepang untuk Pelabuhan Patimban Mulai Cair Maret)

Salah satu perusahaan yang telah menyatakan berminat menjadi operator adalah PT Astratel Nusantara (Astra Infra). Astra menilai pembangunan pelabuhan yang terletak di Subang, Jawa Barat tersebut memiliki potensi yang baik untuk menunjang berbagai lini bisnis mereka, terutama otomotif.

Presiden Direktur Astra Infra Irawan Santoso menjelaskan rencana pembangunan paket pertama pada tahap 1-1 pelabuhan Patimban yang meliputi terminal kendaraan dan kontainer sebagai alasan ketertarikan Astra. Hingga saat ini otomotif masih jadi andalan bisnis Grup Astra.

"Kami lihat Patimban untuk tahap pertama lebih diarahkan untuk urusan terminal mobil. Jadi rasanya cocok sekali daerah itu dengan kami," kata Irawan akhir tahun lalu.

Pembangunan Pelabuhan Patimban akan terbagi ke dalam 3 tahap, khusus untuk tahap pertama terbagi lagi ke dalam dua fase.
Pada tahap pertama fase 1 pelabuhan ini akan memiliki terminal peti kemas 430 x 300 meter dari total panjang dermaga 4.320 meter. Lapangan peti kemas memiliki luas 35 hektare dengan kapasitas 250.000 TEUs dari total 3,75 juta TEUs. Terminal kendaraan akan menampung 218 ribu unit mobil Completely Build Up (CBU) dari total 600 ribu unit. 

(Baca: Menhub Ingin Kontraktor Patimban Berpengalaman Garap Proyek Besar)

Selanjutnya, di tahap pertama fase kedua terminal peti kemas diperluas menjadi 1.740 x 35 meter, dengan lapangan peti kemas seluas 66 hektare berkapasitas 3,5 juta TEUs.  Terminal kendaraan pada fase ini akan mampu menampung 382 unit mobil CBU.

Pembangunan Pelabuhan Patimban tahap pertama fase pertama ditargetkan selesai di 2019 dan pembangunan pertama fase kedua ditargetkan selesai di 2023. Setelah itu pembangunannya dilanjutkan ke tahap 2 dan 3.

Pembangunan Pelabuhan Patimban dibiayai oleh pinjaman Jepang melalui Japan International Coorporation Agency (JICA) sebesar US$ 1,03 miliar, dan pendanaan dari dalam negeri sebesar US$ 90 juta. Pinjaman dari JICA sebesar US$ 1,03 miliar akan dicairkan dalam beberapa tahun hingga 2023.

(Baca: Jepang Akan Beri Pinjaman Rp 14,2 Triliun untuk Pelabuhan Patimban)

Artikel Terkait
"Soal kelebihan muatan, kami tidak bisa simpulkan langsung, tapi potensi kelebihan ada,” kata Budi
“Cuma akan dilihat lagi ketersediaan kapalnya. Keluhan dari pemudik itu adalah sosialisasinya belum maksimal,” ujar Budi
"Bagi pemudik untuk lebaran kupat, jangan (mudik) hari ini. Saya anjurkan besok atau lusa,” ujar Budi