Start-up yang berangkat ke ajang internasional ini diharapkan bisa menjaring investor.
Tech in Asia
Selain mengikuti aneka diskusi menarik perihal perkembangan startup, peserta dan pengunjung juga dapat mengikuti beragam sesi menarik. Arief Kamaludin|KATADATA

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) memberangkatkan enam perusahaan rintisan ke festival seni kreatif dan teknologi terbesar di dunia, South by Southwest (SXSW) 2018 di Austin, Texas, Amerika Serikat (AS). Melalui pavilion Archipelageek, keenam start-up diharapkan bisa mempromosikan produk-produknya, dan mendapat investor.

Keenam start-up tersebut adalah Kata.ai, Seruniaudio, Saft7robotics, Squline, dan Mycotech. Sedangkan satu sisanya yakni Vestifarm, diboyong oleh Telkomsel melalui program Telkomsel NextDev.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

"Kami harap, start-up dan musisi yang ikut bisa memaksimalkan SXSW sebagai ajang mencari kemitraan untuk melebarkan sayap ke pasar internasional," ujar Wakil Kepala Bekraf Ricky Pesik saat konferensi pers terkait SXSW di Djakarta Theater, Jakarta, Selasa (13/2).

Selain itu, Bekraf juga memberangkatkan tiga musisi yakni Rich Brian, Efek Rumah Kaca (ERK), dan Kimokal ke festival yang berlangsung 9-18 Maret 2018 tersebut.

(Baca juga: Indonesia Promosikan Potensi Ekonomi Digital di Davos)

Berdasarkan tinjauan Bekraf, festival SXSW cukup potensial untuk menjaring rekanan start-up baik itu investor hingga kolaborasi produk. Avani, salah satu start-up yang ikut SXSW 2017 misalnya, saat ini sudah mendapat banyak rekanan bisnis asing. Begitu pula band Lightcraft yang ikut tahun lalu pun saat ini sudah 'manggung' di beberapa negara, termasuk Rusia.

Atas pencapaian itu, Bekraf pun memberanikan diri untuk ikut kembali di SXSW 2018. "Bagi kami, ini adalah market hub yang penting sekali untuk mempromosikan konten, karya, ataupun pelaku (bisnis) Indonesia mempromosikan diri ke delegasi negara lain," ujar Ricky.

Yang menarik pula, salah satu start-up yang ikut yakni Saft7robotics bakal mempromosikan lisensi atas virtual reality motion simulator platform. "Jadi bukan hanya fisik, Indonesia juga menjual kekayaan intelektual," kata Direktur Pengembangan Pasar Luar Negeri Bekraf Bonifasius W Pudjianto.

Adapun alasan tema 'Archipelageek' dipilih karena ingin menampilkan Indonesia yang merupakan kepulauan. Harapannya, keikutsertaan Indonesia ini menunjukan bahwa Indonesia siap bersaing di bidang digital dan industri kreatif.

(Baca: Praktisi Dunia Ramal Model Bisnis Serupa Gojek Makin Berkembang)

Desy Setyowati
Artikel Terkait
Meretas sistem keamanan berantai blockchain diklaim membutuhkan peranti khusus dan tenaga listrik yang sangat besar.
Pembagian komisi antara mitra dan penyelenggara sistem perlu diatur karena QR Code akan terintegrasi dengan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN).
Rudiantara juga menyampaikan adanya jenis pekerjaan baru yang muncul di perusahaan-perusahaan teknologi.